Tribe #769 - SAFT

THE POWER OF ISTIGHFAR

9:14 PM Rashidah Abd Hamid 0 Comments


THE POWER OF ISTIGHFAR
••••••••••••••••••••••••••

Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Di masa akhir hidupnya beliau bercerita;

Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Iraq. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba di sana waktu Isya', saya ikut solat berjamaah Isyak di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.

Begitu selesai solat dan jamaah bubar, Imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba penjaga masjid datang menemui Imam Ahmad sambil bertanya; "Kenapa kamu di sini, syaikh?"

----------- Penjelasan -------------
Kata "syaikh" boleh digunakn untuk 3 panggilan:
Untuk orang tua, orang kaya ataupun orang yg berilmu. 
Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena penjaga tu memanggil hanya sebagai orang tua.
---------------------------------

Penjaga masjid itu tidak tahu yang lelaki itu adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan dirinya. 

Di Iraq, semua orang kenal siapa Imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadith, sejuta hadith dihafalnya, sangat soleh & zuhud. Zaman itu tidak ada kamera/gambar sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Imam Ahmad menjawab,  "Saya ingin istirahat, saya musafir."
Kata penjaga tu, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."

Imam Ahmad bercerita,
"Saya diusir oleh orang itu disuruh keluar dari masjid. Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di birai masjid."

Ketika sudah berbaring di birai masjid Penjaganya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Kamu nak apa lagi syaikh?"kata penjaga itu. 
Saya nak tidur, saya musafir." kata Imam Ahmad.

Lalu penjaga masjid berkata;
"Di dalam masjid tidak boleh, di birai masjid juga gak boleh." Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, "saya diusir sampai jalanan."

Di samping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adunan, sambil melihat kejadian Imam Ahmad diusir oleh penjaga masjid tadi. 

Ketika Imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil."

Kata Imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk di belakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku baik dan memuliakn tetamu. Kalau Imam Ahmad mengajak bersembang, pasti dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adunan roti sambil (terus-menerus) melafazkn ISTIGHFAR. "Astaghfirullah"

Saat meletakkan garam, astaghfirullah, memecah telur astaghfirullah,  mencampur gandum astaghfirullah. Dia senantiasa mengucapkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad terus memerhatikannya.

Lalu Imam Ahmad bertanya, "Sudah berapa lama kamu lakukan ini?"

Orang itu menjawab; 
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."

Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatanmu ini?"

Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat/keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. semua yang saya minta ya Allah...., pasti saya akan dapat"

Rasulullah
 صلى الله عليه وسلم 
pernah bersabda;

"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."

Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah beri."

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"

Kata orang itu;
"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad."

Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir, "Allahu Akbar..!  Allah telah mendatangkan saya jauh dari Baghdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai diusir oleh penjaga masjid - sampai ke jalanan ternyata kerana ISTIGHFARMU."

Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yang di depannya adalah Imam Ahmad.

Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.

(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)

Wallohu a'lam

Saudaraku tercinta..... Mulai detik ini - marilah senantiasa kita hiasi lisan kita dengan ISTIGHFAR - bilamana dan di manapun kita berada.

Semoga Allah merahmati kita semua, Aamiin

0 comments: