Metafizik

10 Nasihat Luqman al-Hakim kepada anaknya yang menjadi dasar pendidikan Islam

3:30 PM Rashidah Abd Hamid 0 Comments


10 NASIHAT LUQMAN AL-HAKIM KEPADA ANAKNYA YANG MENJADI DASAR PENDIDIKAN ISLAM

Berdasarkan al-Qur’an surat Luqman ayat 13, 16, 17, 18, dan 19 terdapat sepuluh Nasihat Lukmanul Hakim kepada anaknya. Adapun sepuluh nasihat tersebut adalah sebagai berikut,

1. Nasihat agar Jangan Mempersekutukan Allah (Surah 31 Luqman : ayat 13)
Artinya : “Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Lukman berpesan kepada anaknya sebagai orang yang paling disayanginya dan paling berhak mendapat pemberian paling utama dari pengetahuannya. Oleh karena itulah, Lukman dalam nasihat pertamanya berpesan agar anaknya menyembah Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan dengan sesuatu pun seraya memperingatkan kepadanya.

2. Nasihat Agar Berbuat baik kepada kedua orang ibu bapa (Surah 31 Luqman : ayat 14)
Artinya : "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyusukannya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Ini disokong lagi dengan Surah 17 Al-Isra : ayat 23
Artinya : “Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

3. Nasihat agar memegang teguh ketauhidan dan sedar akan pengawasan Allah (Surah 31 Luqman ayat 16)
Artinya : “(Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Seandainya amal sekecil dzarrah (biji kecil) itu dibentengi dan ditutupi berada dalam batu besar yang membisu atau hilang dan lenyap di kawasan langit dan bumi, maka sesungguhnya Allah SWT pasti akan membalasnya. Demikianlah kerana sesungguhnya Allah pasti akan membalasnya. Demikianlah kerana sesungguhnya Allah, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya dan tiada sebutir dzarrah pun, baik yang ada di langit maupun di bumi, terhalang dari penglihatan-Nya. Oleh sebab itulah disebutkan oleh firman-Nya, (Surah 31 Luqman : ayat 13)
Artinya : “Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Lathiifun, Maha Halus pengetahuan-Nya, sehingga segala sesuatu tiada yang tersembunyi betapa pun lembut dan halusnya. Khabiirun, Maha Mengetahui langkah-langkah semut sekecil apa pun yang ada di kegelapan malam yang sangat pekat.

Jamaal ‘Abdul Rahman mengutip pemaparan al-Qurthubi, diceritakan bahwa anak Lukman al-Hakim bertanya kepada ayahnya tentang sebutir biji yang jatuh ke dasar laut, apakah Allah mengetahuinya? Maka Lukman menjawabnya dengan mengulangi jawaban semula yang disebutkan dalam firman-Nya,(Surah 31 Luqman : ayat 16)

4. Nasihat Agar mendirikan Solat (Surah 31 Luqman : ayat 17)
Lukman al-Hakim terus-menerus memberikan pengarahan kepada anaknya dalam pesan selanjutnya. Kisahnya disebutkan oleh firman-Nya,
Artinya : “Hai anakku, Dirikanlah solat….” 

5. Nasihat Agar Memiliki Keberanian Memerintah kepada Kebaikan (Surah 31 Luqman : ayat 17)
Pesan Lukman al-Hakim adalah agar anaknya memiliki keberanian untuk memerintah manusia untuk berbuat baik. Firman Allah SWT,
Artinya : “…dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik….”

Farihan Yahya, [04.07.17 15:30]
6. Nasihat Agar Memiliki Keberanian Mencegah Kemungkaran (Surah 31 Luqman : ayat 17)
Artinya :“…dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar….”

7. Nasihat Agar Bersabar Terhadap Musibah yang Menimpa (Surah 31 Luqman : ayat 17)
Artinya : “…dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

8. Nasihat Agar Tidak Bersikap Sombong terhadap Orang Lain (Surah 31 Luqman : ayat 18)
Artinya : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)….” 

Maksudnya di sini ialah hadapkanlah wajahmu ke arah mereka dengan penampilan yang simpatik dan menawan. Apabila orang yang paling muda di antara kita berbicara dengan kita, dengarkanlah ucapannya sampai dia menghentikan perbicaraannya. Demikianlah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

9. Nasihat Agar Tidak Angkuh dalam Menjalani Hidup (Surah 31 Luqman : ayat 18)
Artinya : “…dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” 

Berjalan di muka bumi dengan angkuh, ialah cara berjalan dengan langkah yang angkuh dan sombong dan enggan untuk bercampur gaul dengan orang lain (disebabkan kesombongannya itu). Cara berjalan yang maupun Khalik (Allah SWT) atapun makhluk (manusia) sama-sama tidak menyukainya. Cara berjalan yang sombong adalah melambangkan akan lupa dirinya seorang hamba kepada Dzat Allah SWT (yang hanya Dia yang berhak untuk sombong).

Manusia menjalani hidup diantaranya dengan berjalan menelusuri relung-relung kehidupan setiap harinya. Lukman al-Hakim mengajarkan kepada anaknya untuk tetap tawadlu’ (rendah hati) dan tidak takabbur (sombong) diantaranya dengan menekankan agar dalam cara berjalan tidak berjalan dengan angkuh dan sombong.

10. Nasihat Agar Menyederhanakan Cara Berjalan (Surah 31 Luqman : ayat 19)
Artinya : “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan….” (Al-Qur’an dan Terjemah Depag RI : 2005 : 412).

Maksudnya berjalanlah dengan cara jalan yang pertengahan, tidak dengan langkah yang lambat dan tidak pula dengan langkah yang terlalu cepat, namun dengan langkah yang pertengahan antara lambat dan cepat. Nasihat Lukman al-Hakim yang kesembilan ini adalah sesuai dengan salah satu sifat ‘Ibaadu’r-Rahmaan (hamba-hamba yang baik dari Tuhan yang Maha Penyayang). 

Firman Allah SWT, (Surah  25 Al-Furqan : ayat 63)
Artinya : “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”

11. Nasihat Agar Melunakkan Suara (Surah 31 Luqman : ayat 19)
Artinya : “…Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. 

Nasihat ini bukan sahaja untuk Luqman kepada anaknya pada hakikatnya, tapi juga Nasihat untuk diri Kita sendiri dan anak-anak kita berjalan menelusuri relung-relung kehidupan setiap harinya.

Semoga bermanfaat..Aamiiin

📮Join Telegram Channel Bilik Ilmu 769SAFT
https://t.me/BilikIlmu_769SAFT

0 comments: