Analisa karakter diri mengikut juz diri dalam al-Quran

Gambaran singkat juz diri manusia

11:46 PM Rashidah Abd Hamid 0 Comments


GAMBARAN SINGKAT JUZ DIRI MANUSIA

Mengingat manusia adalah sebagai wakil Allah (Khalifah Allah), maka ketika mereka diperintah untuk memakmurkan bumi ini, sudah dapat dipastikan Allah telah memberikan pedoman hidup yang dengannya manusia dapat mengenal siapa dirinya, siapa Tuhannya dan mengenal alam semesta ini agar mereka sukses didalam melaksanakan misi dan tugas tersebut.

Al-Qur’an adalah kumpulan ayat-ayat-Nya yang sarat dengan ilmu pengetahuan dan padanya password untuk membongkar ilmu-ilmu Allah yang tidak terbatas. Dengan melihat buah epal jatuh, seorang Newton menemukan hukum gravitasi, maka sebetulnya banyak sekali yang dapat kita temukan pada Al-Qur’an dengan melihat struktur dan susunan Al-Qur’an. Manusia adalah ciptaan yang tidak lepas “taqdir Allah” atasnya maka sebagaimana matahari yang dicipta dan berputar atas taqdir Allah kita dapat menghitung serta menjangka berbagai hal tentang matahari seperti suhu, lama putaran serta berbagai implikasinya, maka kitapun dapat menghitung serta menggali berbagai potensi dan karakter manusia.

Juz seseorang secara objektifnya adalah hasil logik data spesifik (kelahiran) setiap orang yang khas dan dapat dihitung sebagai konsekuensi logik dari keteraturan alam semesta dan susunan Al-Qur’an serta fungsi Al-Qur’an sebagai peta dengan pendekatan hitungan.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahawa taqdir memiliki makna adanya potensi yang Allah beri pada ciptaanNya dan potensi tersebut dapat dibaca atau dibongkarkan.

Sekali lagi lihatlah bagaimana pertukaran matahari disebut oleh Al-Qur’an sebagai taqdir Allah.

Ertinya matahari dicipta dengan potensi tertentu dan dapat diukur berbagai potensinya tersebut dengan segala implikasinya. Terlebih lagi - tatanan alam semesta dibangunkan oleh Allah secara matematik. 

Allah berfirman ;”..dan Dia menghitung segala sesuatu”. (72 ; 28).

Dengan demikian, alam semesta termasuk manusia dapat dibongkar segala potensi dasar yang dimilikinya.

Dengan alasan tersebut kami yakin bahawa potensi manusia yang disebut sebagai bentuk taqdir Allah dan juga kerana alam semesta dibangun Allah sangat matematik termasuk juga manusia. Maka dengan itu kita mampu membaca potensi manusia.

Tapi mengapa membaca potensi dan karakter manusia dengan mempergunakan password tarikh kelahirannya ? Sebelum ini telah dijelaskan bahawa waktu memiliki potensi atas alam semesta termasuk manusia. Ertinya – di antara pembentuk potensi dasar manusia selain faktor genetik juga faktor waktu. Bukankah pada bulan 12 ada potensi musim hujan – begitu pula ada potensi pada waktu kelahiran Anda. Kerana ia turut membentuk potensi & karakter dasar manusia maka untuk mengetahui potensi manusia dapat dilihat waktu kelahirannya yang membentuk potensi dasar mereka.

Selanjutnya kerana alam ditata sangat matematik – juga susunan dan struktur Al-Qur’an sangat matematik dan hubungan yang sangat kuat antara alam (termasuk manusia) dengan Al-Qur’an yang semuanya adalah ayat-ayat Allah.

Tentu saja, fenomena struktur Al-Qur’an jika dapat dipecahkan rahsianya dapat membongkar berbagai misteri alam semesta termasuklah manusia. 

Konsep juz berasas hitungan yang kami temukan memiliki beberapa rumus atau method yang dengannya password yang ada pada Al-Qur’an tentang potensi dan karakter dasar manusia dapat kami bongkar.

Dengan tetap setia kepada Al-Qur’an - lalu kami masukkan data kelahiran seseorang pada Al-Qur’an maka kami menemukan berbagai output tentang orang tersebut, baik mengenai karakter dasar Juz, potensi karier/bakat, Energi Diri serta Early Warning System (EWS) sebagai peringatan awal agar selalu sedia payung sebelum hujan dan sebagainya. 

Dengan demikian, kerana itu setiap orang memiliki karakter dan potensi dasar dari Juz-nya dan sebagainya sebagai hasil input data dari kelahirannya.

Kita percaya bahawa dengan mengamalkan Juz Diri masing-masing yang mana menjadi “Cetak Biru (Blueprint)” manusia, maka bererti kita sedang mengaktifkan berbagai potensi positif kita serta pada waktu yang sama kita sedang menonaktifkan berbagai potensi negatif yang kita miliki.

Juz setiap diri seperti software “Anti Virus”. Jika komputer anda terserang virus, maka anda akan membasminya dengan mengaktifkan program anti virus pada komputer anda. Dengan demikian, jika anda membaca Juz Diri anda bererti anda sedang mengaktifkan software anti virus pada diri anda yang akan mengesan secara total seluruh potensi penyakit atau segala sesuatu yang membahayakan diri anda. Pada saat scanning atas virus-virus yang mungkin ada pada diri anda berjalan (berproses) dan ditemukan sesuatu yang membahayakan diri anda maka secara automatik akan terjadi proses pemusnahan (deleting) atas virus-virus tersebut. 

Terbukti ribuan orang yang telah menyaksikan keajaiban tersebut-di mana mereka sembuh dari berbagai penyakit yang menyerangnya. Bagaimana cara mengoptimalkan potensi dan penyembuhan baik untuk diri sendiri dan orang lain. 

Telah sangat banyak orang yang menjadi saksi ada kekuatan yang luar biasa ketika Juz Dirinya diamalkan secara tepat. Ketika ada berbagai tumbuhan ubat, maka ketika anda sakit, tidaklah anda serta merta akan mengambil tumbuhan tanpa formula, sukatan atau dos yang tepat. dengan kata lain Anda harus punya ilmu dan pengalaman. Di sinilah fungsi Juz Diri, seperti formula/sukatan/dos ubat yang tepat bagi perkembangan potensi positif diri kita.Begitu pula ketika al-Qur’an dikatakan sebagai ubat

Kita memerlukan formula atau dos yang tepat. Juz setiap orang menurut konsep kami adalah dos yang paling tepat (tanpa kesan sampingan negatif) untuk ubat dan penawar dari potensi buruk kita serta dari berbagai penyakit yang membahayakan diri kita.

Memberdayakan potensi Juz khususnya adalah ikhtiar untuk hidup lebih baik dan bermakna serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.

Lihatlah potensi otak manusia yang sangat besar potensinya yang sengaja Allah berikan untuk diberdayakan secara maksimal untuk kebaikan umat manusia secara universal. Bahkan menurut ajaran Islam, memberdayakan potensi tersebut dipandang sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk ibadah kepada Allah.

Demikian pula potensi Juz setiap orang - apabila diberdayakannya secara maksimum maka itu bukan sebuah penyimpangan dari ajaran Islam, bahkan ia adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah. 

Apabila anda menghadapi pelbagai masalah kehidupan yang berat seperti penyakit kronik, masalah hutang-piutang, masalah kewangan, masalah keluarga yang tidak harmoni, masalah anak degil/nakal, tidak mendengar kata masalah pekerjaan/karier, naik pangkat, kes perbicaraan mahkamah dan lain sebagainya dan anda sudah mencuba seluruh solusi alternatif tapi belum berhasil maka kembalilah anda kepada AL-QUR'AN.

KETIKA SEGALA UPAYA TELAH DILAKUKAN, KETIKA SELURUH DAYA TELAH DIKERAHKAN, KETIKA CARA-CARA LAMA SUDAH TIDAK DAPAT DIGUNAKAN DAN TIDAK ADA HASILNYA, MAKA SAATNYA ANDA MENDAPATKAN RAWATAN TEKNOLOGI AL-QUR’AN.

0 comments: